Rabu, 26 November 2014

Bupati Sergai Serahkan Trophy kepada Pemenang Kejurnas Rally 2014



Serdang Bedagai, jejakkasus.com- Seri Rally dengan lintasan yang diguyur hujan dan lintasan becek serta sangat menantang ini memperlombakan 9 SS (Special Stages/Trayek Khusus) berjarak tempuh 281,57 Km yang terbagi dalam dua hari dan dua seri (Seri I dan II) bertempat di Perkebunan PT. Lonsum Rambong Sialang Estate Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai. Kejurnas ini menjadi Seri II Kejuaraan Internasional Tri Nations Rally 2014 yang memperlombakan 9 SS dan diikuti 25 peserta. Ketua Panpel Kisharyanto Pasaribu mengatakan, Kejurnas di Sumut menjadi ramai dan menarik karena diikuti peserta asal Malaysia, yakni pasangan Kenneth Koh yang ditemani navigator Karamjit Singh, yang pernah menjadi juara reli Asia Pasifik (APRC). Tercatat 22 dari 25 peserta menyelesaikan balapan, yang juga menjadi seri kejuaraan internasional Tri Nations Rally 2014 putaran II ini.
Hasil Overall Best Putaran I, Sabtu (22/11/14) :
1.      Subhan Aksa/Hade Mboi (Sulawesi Selatan) (Juara Umum)
2.      MBN Boyke/Ramadhan (DKI Jakarta)
3.      Akbar Hadianto/Arianto Syarief (Sulawesi Selatan)
Hasil Overall Best Putaran II, Minggu (23/11/14) :
1.      Subhan Aksa/Hade Mboi (Sulawesi Selatan) (Juara Umum)
2.      Akbar Hadianto/Arianto Syarief (Sulawesi Selatan)
3.      Benny Lautan/Edwin Nst (Sumut)
Setelah menyelesaikan Putaran I dan II, para pereli kemudian melakukan konvoi dari Rambong Sialang menuju Medan guna mengikuti Acara Ceremonial Finish (penyerahan trophy) dilaksanakan di Lapangan Benteng Medan, Minggu pukul 19.30 malam.
Turut hadir pada acara Ceremonial Finish tersebut : Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Gubsu diwakili Kadisporasu Baharuddin Siagian, Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta, Dandim 0201/BS Letkol Kav Setiawan Aris Munandar, Ketua KONI Sumut diwakili Profesor Agung Sumarno, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, Ketua IMI Sumut Musa Rajeck Shah (Ijeck).
Pada kesempatan tersebut Bupati Sergai Ir. H. Soekirman diberikan penghormatan untuk menyerahkan trophy kepada salah satu pemenang pada Kejurnas Rally 2014 / Tri Nations Rally tersebut.
Selain itu juga dari Panitia Kejurnas Rally 2014/Tri Nations Rally menyerahkan plakat/penghargaan kepada Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Gubsu diwakili Kadisporasu Baharuddin Siagian, Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta, Dandim 0201/BS Letkol Kav Setiawan Aris Munandar, Ketua KONI Sumut diwakili Profesor Agung Sumarno dan Bupati Sergai Ir. H. Soekirman atas dukungan dan partisipasinya sehingga sukses terlaksananya Kejurnas. (Khairul)

Wajah-wajah Pucat Tujuh Terpidana Hukuman Cambuk


Zainal Abidin (65), pensiunan guru adalah terpidana cambuk lima kali yang berusia paling tua.

Bireun, Jejakkasus.com – Wajah-wajahnya pucat. Beberapa dari mereka memaksakan tersenyum kendati terlihat berat. Lalu mereka menunduk dan mengerlingkan matanya ke kanan dan ke kiri. Gambaran sepintas itu ditunjukkan tujuh terpidana cambuk selama eksekusi berlangsung di halaman Masjid Agung Bireuen, Selasa (25/11) sekitar pukul 16.20 WIB.
Satu persatu, terpidana cambuk dipanggil, antara lain Faisal (39), Syawal (43) Irhami (25) M Amin (25), Zulkifli (24), Zainal Abidin (65) dan Bukhari (48). Masing-masing mendapat lima hingga tujuh kali cambukan setelah dikurangi masa tahanan.
Kendati berusaha tegar, ketujuh terpidana cambuk tidak dapat menyembunyikan kesedihan mereka. Bahkan dua orang di antaranya memilih menutup wajah ketika cambuk mendarat ke punggung mereka secara bertubi-tubi. Mereka tampak kesakitan dengan tubuh bergetar.
”Jangan tutup wajah! Ini risiko yang harus ditanggung,” teriak salah seorang penonton dari samping kanan panggung.
Komentar serupa disampaikan warga lainnya yang menyaksikan eksekusi cambuk di depan panggung. Mereka menyemangati para algojo yang melakukan eksekusi.
“Kurang kuat, mana semangatnya Pak algojo,” sambung warga lainnya.
Berdasarkan pengamatan tim jejak kasus, setelah dieksekusi, para terpidana dipapah turun dari panggung, lalu dibawa ke mobil ambulans yang bersiaga tak jauh dari panggung utama. Mereka diobati dengan olesan di bagian punggungnya. Setelah itu, mereka dibawa masuk ke sejumlah mobil pribadi yang terparkir di sebelah ambulans. Ketujuh terpidana hukuman cambuk langsung dibawa keluar dari halaman masjid.
Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen Thohir SH menyatakan, para terpidana hukum cambuk sudah bisa langsung pulang setelah dieksekusi karena tak perlu lagi ditahan.
Kasus perjudian
Ketujuh warga yang dieksekusi cambuk pada Selasa (25/11/2014) siang itu terlibat judi togel dan judi bola. Masing-masing terpidana ditangkap aparat kepolisian setempat pada 25 dan 30 Oktober 2014 di tempat berbeda.
Faisal ditangkap di salah satu warung kopi di Kecamatan Samalanga karena tertangkap tangan sedang menerima dan merekap SMS taruhan judi bola pada 25 Oktober lalu sekitar pukul 23.45 Wib. M Syawal diciduk pada hari yang sama di rumahnya di Kecamatan Samalanga saat sedang menerima uang pembelian judi togel. Dia diketahui sebagai pengumpul atau bandar judi togel di kawasan itu.
Bukhari ditangkap pada 30 Oktober lalu bersama barang bukti satu buah buku yang berisi rekap nomor dan angka-angka togel. Sementara itu, M Amin diringkus pada 22 November lalu, saat sedang menyerahkan uang pembelian nomor togel. Sedangkan Zulkifli diringkus pada hari yang sama di salah satu warung kopi saat sedang mengirimkan SMS taruhan judi bola.
Dua tersangka lainnya, yakni Irhamni dan Zainal Abidin, ditangkap pada hari yang sama saat menyerahkan uang pembelian nomor judi togel. Ketujuh tersangka diketahui melanggar Pasal 23 ayat 1 qanun No 13 Tahun 2003 tentang Jarimah Maisir (perjudian).